HUBUNGAN MILITER INDONESIA-RUSIA
Pada tahun 1996 Amerika menerapkan kebijakan embargo kepada Indonesia akibat pelanggaran HAM yang dilakukan di Dili Timor-timur pada tahun 1992, di mana Tentara Nasional Indonesia dituduh telah melakukan pembantaian terhadap warga Timor Timur yang pro kemerdekaan. Dunia Internasional menyebutnya Dilli Massacre. akibatnya Indonesia dijatuhi embargo militer oleh Amerika Serikat. Akibat embargo tersebut kondisi Indonesia khususnya dibidang pertahanan mengalami kemerosotan karena kesulitan mendapatkan suku cadang dan perawatan akibat tidak adanya lagi pasokan Alutsista dari Amerika yang sebelumnya menjadi pemasok utama Alutsista Indonesia. Indonesia kemudian merubah orientasi militernya dengan menjalin kerjasama pertahanan dengan Rusia yang dikenal memiliki keunggulan dibidang militer, bahkan disebut mewarisis kekuatan militer Uni soviet dan kerap kali melakukan perlombaan senjata dengan Amerika. dengan Terjalinnya Hubungan bilateral dibidang pertahanan dengan Rusia, Indonesia secara perlahan-lahan mampu menujukkan kemajuan dibidang pertahanan dan tidak lagi tergantung dengan pasokan senjata dari Amerika dan Negara barat lainnya hal ini dikarenakan Rusia melakukan Joint Production dan dan alih teknologi dengan Indonesia tanpa didasari syarat Politik apapun. Pada tahun 2005 Amerika mencabut kebijakan embargo yang diterapkan pada Indonesia. Namun kebijakan tersebut hanya terbatas pada jenis Alutsista tertentu karena Indonesia masih di bebani syarat politik dalam pertahan keamanan. alasan-alasan yang membuat Indonesia melakukan kerja sama milter dengan Rusia khususnya dalam hal pengadaan persenjataan. Indonesia mengeluarkan sebuah kebijakan pertahanan yang diantarnya adalah MEF (Minimun Essential Force) yang dibagi atas tiga rencana straregis yaitu pada tahun 2010-2014, Renstra II pada tahun 2015-2019, dan Renstra III pada tahun 2020-2024. Dan dalam memenuhi target MEF ini Indonesia memiliki keterbatasan dalam memenuhin target tersebut oleh karena itu Indonesia melakukan kerja sama dengan Rusia dalam pembelian persenjataan. Dan faktanya perusahaan industri militer Rusia masih dibawah Amerika Serikat. Dan utuk menjelaskan permasalahan penulis menggunakan tiga argumen negara melakukan pengadaan militer yang diantaranya Analitik, Teknikal, dan Pendukung dari Lauren Holland. Data yang digunakan adalah data kualitatif dengan teknik pengumpulan datanya menggunakan analisa data sekunder. Berdasarkan di atas maka alasan Indonesia bekerja sama adalah Rusia tidak menerapkan prinsip embargo, dan memiliki teknologi modern.
Komentar
Posting Komentar